Minggu, 28 Februari 2010


Bila ingin maju, jangan melihat kebelakang!

Pastinya berat ya ketika harus meninggalkan banyak kenangan dan pengorbanan yg udah dikerjakan pada waktu sebelumnya dan beranjak pada keputusan dan suasana baru di waktu saat ini.
Selain perasaan sayang, rugi, sia-sia, tdk ada ungkapan lain utk menggambarkan betapa berharganya sebuah usaha dan perngorbanan di masa lalu. Tdk sedikit krn perasaan ini, akhirnya menimbulkan niat utk kembali dan menoleh ke belakang. Dan mengulang semuanya dr awal......
Kenyataannya, tdk semua dpt terulang dan kembali seperti semula. Krn kita tdk bisa menghapus semua kesalahan dan permasalahan yg mengiringi segala sesuatu yg sudah terjadi.
Akhirnya, hal yg terbaik utk kita adalah tetap maju, menatap hal didepan dgn lebih positif dan tanpa ragu. Jgn tlalu berhitung untung rugi, krn bila sudah berhitung untung rugi, segala sesuatu bakal tdk akan berjalan dgn baik, krn kita akan mengendalikan diri kita dlm bayang2 perasaan yg tdk realistis.
Sebaiknya ketika kita melangkah adalah berusaha utk menyesuaikan diri dan mempersiapkan diri dgn kesiagaan yg tdk kendor menghadapi situasi di depan. Cari tahu kondisi di depan, sehingga kita bisa mempersiapkan peralatan pendukung agar perjalanan maju ke depan sukses.
Jgn menjadi org bodoh, yg hanya bergantung dalam konsep pribadi yg subjektif. Objektiflah melihat kenyataan yang lalu, kini dan nanti.
utamakan hati nurani yg berbicara ttg dirimu. Bahwa kamu ingin segala sesuatu indah dan nyaman. Dan klo tdk nyaman, jgn tetap bertahan, suarakan itu. Sampaikan itu dgn bijak dan jujur. Maka engkau akan bahagia.

Rabu, 24 Februari 2010


Peran seorang pasangan Hidup Pendeta dalam mendukung pelayanan di jemaat sangatlah penting. karena keberadaan pasangan hidup pendeta, sangat mempengaruhi mood dari si pendeta itu sendiri. apabila di dalam rumah tangganya indah, baik, akur dan saling mendukung, maka si pendeta akan lebih bersemangat dan bernas dalam menyampaikan Firman Tuhan. karena selain dia menyampaiakan firman Tuhan secara teori, dalam praktek nya yang paling nyata adalah kehidupannya dengan pasangannya berjalan baik dan indah dipandang jemaat. akan tetapi jika pasangan pendeta tidak sepaham, selalu ribut, tidak sejalan, maka bisa dipastikan bahwa kinerja pelayanan pendeta akan terganggu, dan si pendeta bisa kehilangan kepercayaan dirinya, karena dia hanya bisa berkata-kata secara teoritis namun tidak bisa menunjukkan contoh nyata dalam kehidupannya sehari-hari dalam rumah tangganya. yang mau dipesankan dalam konteks ini adalah, pilihlah pasangan anda para pendeta dengan serius, karena pasangan hidup anda yang anda pilih itulah yang akan bersama anda seumur hidup.