Selasa, 01 April 2008

Operator Ponsel Diragukan Turunkan Tarif

Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah kalangan meragukan operator telekomunikasi akan menurunkan tarif mulai 1 April 2008 seiring implementasi penurunan tarif interkoneksi oleh pemerintah.

"Penurunan tarif diragukan, karena operator masih cenderung mempertahankan pengambilan margin keuntungan yang tinggi," kata Ketua Komite Nasional Telekomunikasi Indonesia (KNTI), Srijanto Tjokrosudarmo, di Jakarta, Kamis.

Menurut Srijanto, formula interkoneksi berbasis biaya (cost based) sudah diterapkan sejak tahun lalu, tetapi kenyataannya tidak ada tarif murah yang dirasakan pelanggan.

Pada Februari 2008, pemerintah mengumumkan formula penurunan tarif interkoneksi yang pada implementasinya diperkirakan akan menurunkan tarif pungut operator kepada konsumen sebesar 20-40 persen.

Interkoneksi merupakan keterhubungan antarjaringan komunikasi originasi dan terminasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda.

Mengacu pada penawaran interkoneksi tahun lalu, interkoneksi yang ditawarkan untuk panggilan lokal tercatat Rp361 sedangkan untuk panggilan jarak jauh adalah Rp471.

"Jika angka itu yang digunakan, panggilan lintas operator (off-net) sewajarnya sekitar Rp1.000 per menit dan panggilan ke sesama pelangggan operator (on-net) sekitar Rp400 per menit," katanya.

Namun, kenyataannya operator menetapkan tarif lintas operator hingga Rp3.000 per menit dan ke sesama pelanggan mulai Rp 600 hingga Rp1.500 per menit.

"Ilustrasi di atas mencerminkan operator mengambil margin terlalu tinggi atau sekitar 60-70 persen," katanya.

Berkaitan dengan alasan operator yang memasukkan biaya promosi, pemasaran dan investasi sebagai komponen penetapan tarif, Srijanto mengatakan, perhitungan berbasis biaya sudah memperhitungkannya. "Itu hanya alasan dari operator saja," katanya.

Senada dengan Srijanto, Ketua Masyarakat Telematika (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setijadi, mengatakan, turun atau tidaknya tarif memang di tangan operator karena pemerintah hanya memberikan formula interkoneksinya saja.

"Pemerintah ingin menciptakan kompetisi. Masalah tarif yang diberikan wajar atau tidak pelangganlah yang memutuskan," kata Mas wigrantoro, pada diskusi "Menagih Janji Tarif Murah Operator".(*)

Ada Provider GSM baru coy.

Operator GSM Baru AXIS Seluler Resmi Beroperasi



Bandung (ANTARA News) - Operator seluler GSM AXIS resmi beroperasi di Jawa Barat dengan ditandai pembukaan AXIS Center di Bandung Electronic Center (BEC) oleh Presiden Direktur dan CEO AXIS Erik Aas.

"Setelah empat minggu yang lalu kami luncurkan di Jawa Timur, sekarang AXIS kami resmikan di Jawa Barat. AXIS merupakan operator seluler GSM (Global System for Mobile Communication) dan kami mempunyai lisensi nasional," kata Erik Aas di Bandung, Jumat.

Di Jawa Barat, AXIS resmi melayani di Bandung, Cimahi, Garut, Subang, Purwakarta dan Cianjur dengan lebih dari 200 BTS.

Erik optimis AXIS akan diminati oleh masyarakat di Jawa Barat setelah melihat sambutan yang meriah dari masyarakat Surabaya dan Malang pada peresmian layanan AXIS di Jawa Timur sebelumnya.

"Kami berpendapat, konsumen Indonesia sangat berminat dengan layanan seluler dengan harga yang terjangkau. Kami menawarkan mekanisme tarif yang transparan," kata dia.

AXIS mengklaim menawarkan tarif SMS terbaik diantara operator lain yaitu Rp60 per SMS untuk semua operator (on-net), pembicaraan Rp60 per menit ke sesama AXIS dan Rp600 per menit on-net, serta kartu perdana Rp6000.

Erik mengatakan, tarif AXIS dibuat sederhana dan transparan, serta tidak ditambahi biaya apapun lagi agar mudah diingat oleh masyarakat.(*)

COPYRIGHT © 2008