Minggu, 21 Maret 2010

HONDA CS1



Motor yang sempat jadi fenomena di tahun 2008 ini memang tidak pernah habisnya untuk dibahas. saking penasarannya, saya pribadi pun tertarik untuk menjajal kendaraan ini. kebetulan di Gereja saya ada program pengadaan kendaraan dinas, setelah membuka banyak website sebagai bahan referensi, saya pun dengan berani mengusulkan agar Honda Cs1 bisa sebagai kendaraan dinas gereja untuk mendukung mobilisasi pelayanan pendeta. keinginan itu disetujui, setelah menunggu 2 hari, motor ini pun menjadi bagian dari keluarga motor dinas gereja bersanding dengan Honda WIN Ketua Resort (motor standar Pelayanan Gereja karena ringan, irit dan gesit di medan lumpur).
Karena kegiatan pelayanan yang padat, motor ini tidak lama parkir di garasi pastori, kebetulan yang dipercayakan untuk memegang nya adalah saya, maka tanpa pikir panjang saya manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, untuk mengetahui sampai sejauh mana sih ketangguhan CS1. berikut ulasannya:

KENYAMANAN BERKENDARA
untuk urusan kenyamanan berkendara, Honda CS1 memang 2 thumbs up!
perjalanan 120km PP, badan tidak pegal, shock breakernya empuk dan stabil, melibas jalan raya Kalimantan Tengah, Top margotop. selama saya pake untuk pelayanan di kabupaten Kotim, sampai saat ini Honda Cs1 tidak ada keluhan yang berarti menghadapi pancarobanya kondisi struktur jalan raya. jalan mulus yahud, jalan bergelombang enak, berbatu-batu oke, berbelok-belok emang bidangnya tuh. ditancap sampai 120km/jam stabil, nafasnya panjang.....cuma pada kecepatan 60 - 80 km/jam mesin rada ngorok dikit, mungkin karena dia pengen jalan diatas 80 km/jam. atau setingan karburatornya belum pas, maklum masih std.

MESIN
mungkin ini sisi kurangnya motor Honda CS1, dalam keadaan langsam suara mesin sedikit berisik dan kurang stabil, mungkin karena saya menggunakan premium sebagai BBM nya, kalo dilihat dari perbandingan kompresi harusnya pertamax, yah harap maklum di sini pertamax masih no available, jadi tidak ada rotan akarpun jadi.....namun secara keseluruhan tidak ada masalah. trus soal suhu mesin, cs1 oke banget, mesinnya tidak cepat panas, dan cepat sekali dingin....ini nyata lho, saya bawa jalan jauh, indikator suhu mesin menunjukkan 2 balok saja, pas siang menyengat naik jadi 3 balok, trus berhenti 30 menit, di start, eh indikator suhu mesin menunjukkan 1 balok, mantap juga!
kalo soal irit, no coment, asli irit.....motor dipacu stabil 80-85 km/jam, menghabiskan bensin cuma 1,5 liter untuk perjalanan 2 jam = 120 km = Rp.8.000....iritkan? (bandingkan dengan ongkos naik bis mini di kalimantan 120 km = 50 ribu Rp).

MODEL MOTOR
keren.....! lihat aja gambarnya.....

Jumat, 19 Maret 2010

Modal mu apa???


untuk hidup di dunia ini kita membutuhkan modal.
bisa berupa uang,
bisa berupa kemampuan,
bisa berupa pengalaman,
bisa berupa nama baik/nama keluarga terkenal/turunan orang penting...
dsb....dsb....

tanpa modal yang sesuai dan mencukupi, maka kita hanya bisa menatap dan berkhayal untuk bisa mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita.

tidak mungkin membuka usaha dagang hanya dengan modal dengkul....
tidak mungkin menjadi orang kepercayaan kalo tidak bermodal adanya kepercayaan dari orang lain yang percaya kepada kemampuan kita...
tidak mungkin menjadi seorang ahli kalo tidak belajar, dan mengasah kemampuan...

semua perlu modal, dan modal itu sebenarnya ada di dalam diri kita sendiri....
yang jadi masalah adalah manusia tidak menyadari bahwa di dalam dirinya ada modal yang bisa dijadikan sebagai landasan pengembangan dirinya.

dalam Alkitab, khususnya Injil, Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang talenta.
secara tidak langsung dia mengatakan bahwa kita ini sejak lahir sudah memiliki modal yang ditanamkan Allah untuk dikembangkan dan dipergunakan dengan baik. besar kecilnya modal itu disesuaikan dengan kemampuan manusia itu sendiri.
karena, Tuhan tau batas kemampuan kita, dan dia tidak ingin menyengsarakan kita dengan menanggung beban talenta yang besar, apabila kemampuan menanggung beban talenta itu kecil, artinya Tuhan tidak ingin kita menjadi besar pasak daripada tiang.

yang jadi masalah adalah ketika kita tidak mempergunakan dan mengembangkan talenta itu. modal kita biarkan berlumut, berkarat, menjadi manusia pasif dan pasrah pada keadaan. apalagi kalo mempersalahkan Tuhan yang dianggap tidak adil, masa memberikan talenta yang berbeda-beda pada setiap manusia....betapa berbahayanya sikap ini.

tetapi semuanya memang harus kembali kepada pilihan dan sikap hidup masing2.
karena bila ingin menjadi anak kesayangan Tuhan, jadilah anak Tuhan yang aktiv, enerjik, kreativ, dan penurut.
tapi bila ingin menjadi anak2 kegelapan, biarkanlah modal mu berkarat dan kau buat dirimu mentok, tidak bisa berbuat apa2, yang akhirnya expired dan jadi sampah masyarakat.