Sabtu, 26 April 2008

Penyegaran Rohani 1

YOHANES 15:14

“KAMU ADALAH SAHABAT-KU, JIKALAU KAMU BERBUAT APA YANG KUPERINTAHKAN KEPADAMU.”

Saudaraku, adakah kita tidak senang bila kita dianggap oleh seorang yang terkenal sebagai sahabatnya? Contoh sekarang saja: bila Meican nya Maia si penyanyi pendatang baru yang menggemaskan itu mengakui anda adalah benar-benar sahabatnya dihadapan orang banyak, apakah anda tidak bangga? Atau SBY presiden kita dalam periode ini mengatakan kepada orang banyak bahwa Pdt. Geri adalah sahabatnya, wah betapa bangganya hati ini. Yah, Bohong kalau ada orang tidak bangga bila dirinya disebut sebagai sahabat orang terkenal, kecuali bila anda disebut sebagai sahabat Perampok, pasti malu.

“Tapi jangan salah lo, Yesus justru enjoy disebut sebagai sahabat para pemungut cukai dan para pelacur……. Kenapa bisa demikian? karena Dia walaupun bersahabat dan berteman dengan para pemungut cukai dan pelacur, Yesus tidak menjadi pemungut cukai atau gigolo, Ayo mari kita merenungkan hal ini tidak sedikit lo kita justru malah terhisap ketika mau nyelamatkan jiwa-jiwa……apa kata dunia?”

Rupanya pola ini pun digunakan oleh Tuhan Yesus Kristus seperti tertulis dalam Injil Yohanes untuk menggerakan orang-orang Percaya berbuat untuk kemuliaan TUHAN. Yesus berkata: Kamu adalah SahabatKu, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Lihat penekanannya disini akan disebut sahabat Kristus bila berbuat hal yang sesuai dengan perintahNya.

Mari kita melihat konteks dari teks kita kali ini, Status Yesus pada masa itu ketika Ia mengeluarkan pernyataan seperti yang tertulis dalam nats ini. Dia (Yesus Kristus) adalah orang terkenal, Publik Figur, kalo sekarang kita sebut seorang selebriti. Yang terkenal dimana-mana. Padahal saudara pada jaman Yesus masih belum ada Tivi, Internet, apalagi surat kabar. Lalu, Kenapa Dia bisa terkenal; karena Dia punya pengajaran dan perbuatan yang dahsyat pada waktu itu (Bahkan hingga kini!!!!) Dan pengajaran serta perbuatanNya membawa faedah, kelepasan, kebahagiaan, dan sukacita bagi yang percaya PadaNYA.

Nah ketika Yesus memberikan pernyataan bahwa orang-orang yang mau berbuat seperti yang Ia telah perbuat untuk Damai Sejahtera manusia, ia disebut sebagai sahabat Yesus Kristus, siapa yang pada waktu itu tidak mau. Pertanyaannya kini, sebagai orang Kristen apakah kita masih merasa Bangga dan mau menerima penghargaan Yesus yang menjadikan kita sebagai sahabatNya?

Tidak ada komentar: