Sabtu, 26 April 2008

Renungan 2

Yohanes 15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Yohanes 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Saudaraku, hidup kita ini memang tepat bila diibaratkan seperti Ranting yang sangat bergantung dengan pokok anggur. Sehebat apapun sebuah ranting apapun nama jenis tumbuhannya, hidupnya ternyata sangat bergantung dengan pokok tumbuhannya. Karena apa? Melalui pokoknya lah seluruh nutrisi dan suplai makanan dari akar tanaman bisa sampai ke ranting dan daun serta bila saatnya tiba menghasilkan buah.

Begitupun manusia, sehebat apapun ia, tidak mungkin dapat ia pungkiri bahwa yang hakiki yakni hidupnya bisa terjadi karena kehendak sang Utama yang disebut pencipta, bernama YHWH yang kita kenal melalui pribadi Yesus Kristus.

Cantiknya parasmu hai wanita, tampannya wajahmu hai pria, gagah maupun elok, bersahaja, keren, cerdas, kuat, lembut dsb, dsb. Kelebihan manusia tidak akan menjadi nyata bila YHWH sang pencipta tidak memberikan anugerah kehidupan. Bahkan Iblis, si pemberontak mendapat anugerah kehidupan darinya, namun tidak dimanfaatkan dengan benar justru malah mau melebihi TUHAN.

Saudaraku, bila engkau ingin menghasilkan buah yang baik dan bermanfaat di dalam hidup ini, mari kita melekat dan menjadi bagian dari pokok anggur yang benar. Artinya di sini marilah kita mau hidup bergantung dan sangat tergantung kepada TUHAN! Hei apakah ini tidak aneh?, tidak kawan. Itulah yang diinginkan TUHAN, kita manusia benar-benar mau tergantung pasrah dengan DIA! Baru bertindak setelah IA yang memerintahkan, dan sesuai kehendakNYA.

Hati-hati dengan tipu daya jaman kini, si penyesat dengan liciknya mengarahkan dan menghasut kita dengan mengatakan bahwa jaman TUHAN berfirman langsung telah lewat, sekarang dia menggunakan akal budi kita menyampaikan FIRMANNYA. Sekilas kelihatannya hal ini tidak salah, tetapi waspadalah dengan jerat IBLIS. Bukankah TUHAN itu MAHAKUASA, sempurna dan AJAIB? Tentunya segala cara ia akan gunakan dan bukan hanya melalui akal budi saja. Dan jangan sangka, di jaman modern ini tidak mustahil TUHAN mempergunakan cara “kuno” NYA yaitu menampakan diriNYA dan berfirman secara langsung kepada orang pilihanNYA. Yang pasti dalam hal ini, jangan kita mengebiri dan memenjarakan TUHAN dalam konsep manusiawi kita yang justru tidak mampu menyelami misteriNYA. Tetapi bagaikan ranting anggur yang tergantung pada pokok anggur demikian kita pasrah mengikuti kehendakNYA. Kita bukan pokok Anggur, saudara, kita hanya ranting, yang bila tidak mendapat suplai makanan dari pokoknya maka akan kering dan terlepas sehingga layak dibakar karena tidak bermanfaat dan mati. Oleh sebab itu, mari bercengkram erat dengan pokok anggur yang benar, dan hiduplah mengandalkan pokok anggur yang benar itu. Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar: