Selasa, 29 April 2008

Renungan 3

Hagai 2:12-19.

Andaikata seseorang membawa daging kudus dalam punca bajunya, lalu dengan puncanya itu ia menyentuh roti atau sesuatu masakan atau anggur atau minyak atau sesuatu yang dapat dimakan, menjadi kuduskah yang disentuh itu?" Lalu para imam itu menjawab, katanya: "Tidak!"

Berkatalah pula Hagai: "Jika seseorang yang najis oleh mayat menyentuh semuanya ini, menjadi najiskah yang disentuh itu?" Lalu para imam itu menjawab, katanya: "Tentu!"

Maka berbicaralah Hagai, katanya: "Begitu juga dengan umat ini dan dengan bangsa ini di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, dan dengan segala yang dibuat tangan mereka; dan yang dipersembahkan mereka di sana adalah najis."

"Maka sekarang, perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya! Sebelum ditaruh orang batu demi batu untuk pembangunan bait TUHAN,

bagaimana keadaanmu? Ketika orang pergi melihat suatu timbunan gandum yang seharusnya sebanyak dua puluh gantang, hanya ada sepuluh; dan ketika orang pergi ke tempat pemerasan anggur untuk mencedok lima puluh takar, hanya ada dua puluh.

Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum dan segala yang dibuat tanganmu dengan hujan batu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya--mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!"

Saudaraku, bila memperhatikan seperti yang ditulis dalam kitab Nabi HAgai 2:12-19, ALLAH sangat aktiv dan rela merepotkan diriNya dalam mengurus bangsa Israel. Padahal seperti yang difirmankanNya, walaupun telah diberi tulah, petaka, dsb. Bangsa ini masih tidak mau berpaling kepadaNya. Dan dalam keadaan seperti ini, ketika bangsa Israel masih menajiskan dirinya dengan kekerasan dan kemurtadan mereka, justru ALLAH yang bertindak aktiv mengusahakan kesejahteraan dan keselamatan bangsa Israel. Kita mengetahui saudara bahwa pada masa nabi HAgai, Bangsa Israel baru saja dilepaskan dari penjajahan yang berat, dan baru mendapat kebebasan dan kesempatan kembali ke negeri mereka (tanah perjanjian). Dari Firman yang tertulis di atas, kita dapat menemukan sebuah makna yang dalam bagi hidup kita saat ini.

Pasti ada dari anda saat ini yang sedang dalam pergumulan berat karena anda ingin lepas dari beban dosa anda namun sepertinya sulit.

Ada pula anda yang selalu berbuat dosa, namun kok sepertinya justru diarahkan Tuhan untuk bertobat.

Dan ada dari anda yang pengen bertobat, tapi ragu, apakah TUHAN mau terima anda?

Tapi jelas saudara, dari sejak mula hingga kini ALLAH senantiasa mengharapkan kita untuk kembali ke dalam pangkuan dan pemeliharaan dan turut serta merasakan semua kemegahanNYa. Sampai-sampai saking inginnya, Tuhan rela turun sendiri ke dunia untuk membuka dan menunjukkan Jalan keselamatan itu melalui sosok Yesus Kristus.

Nah sekarang, apakah kita masih menyia-nyiakan kesempatan dan anugerah ini, dan tetap menikmati kesengsaraan penderitaan akibat dosa yang berujung maut?

Oh ya, ada satu hal yang perlu digaris bawahi dari peristiwa kehidupan bangsa Israel. Mereka ini sampe jatuh dan hancur seperti yang tertulis dalam sejarah dunia karena mereka lupa diri. Kita tahu sebelum jatuh, Tuhan memberi berkat yang melimpah bagi bagi bangsa ini melalui Daud dan Salomo, namun setelah itu sedikit demi sedikit, karena dosa “kecil” yang dilakukan Daud, justru menjadi dosa besar bagi keturunannya. Dan ternyata benar seperti apa yang dikatakan oleh Yesus, Bila perkara kecil kita dapat lakukan maka perkara yang lebih besar akan kita bisa kerjakan, demikian sebaliknya, bila perkara kecil tidak dapat kita lakukan, maka perkara besar pun tidak mungkin kita dapat lakukan.

Dalam hal berbuat dosa, bila kita sudah tidak hati-hati dan membiarkan dosa kecil terjadi dalam hidup kita, maka dosa itu akan membesar dan beranak pinak menjadi dosa yang banyak dan terjerumuslah kita menuju maut!

Maka mulai hari ini marilah kita hidup baru, dan memperhatikan segala rencana dan tindakan kita dengan seksama serta tidak lupa untuk berdoa kepada Tuhan begini:

Yesus tolonglah saya, Engkaulah keselamatanku, pimpinlah aku didalam anugerah Roh kudusMU. Dan berkuasalah atas aku, dari sekarang ini sampai selamanya. (setelah mengucapkan doa ini, ucapkan juga doa BAPA KAMI dengan penghayatan dan ketulusan). Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar: